Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sajak

Sebuah Pengandaian

Dik, seandainya kopi ini dapat berbicara, aku tahu apa yang akan ia bicarakan. Seandainya hitamnya kopi sebuah simbol, aku tahu pesan apa yang ingin disampaikan. Seandainya gelas ini sebuah warisan, aku tahu isi wasiatnya. Seandainya rasa ini sebuah impian, aku tahu dengan cara apa mewujudkannya. Dik, ini hanya sebuah andaian. Kalau memang sungguhan, tak perlu berandai-andai. Karena aku hanya butuh pendamping saat kopi ini tersaji.

Saatnya Rindu

Tak ada kopi untuk pagi ini. Bukan karena semalam terlalu banyak minum kopi, tapi benar-benar tak ada hasrat lidah ini untuk mencecapnya.  Yang ada di otakku hanya ada dua: cepat-cepat terlelap atau diam diserang rindu. Kuhisap sigaret ini dalam-dalam dengan harap semuanya tentram. Ternyata sama saja. Rindu masih saja belum sirna. Gawai yang kugenggam pun senyap bak benda tak berguna. Tak ada yang bisa diharapkan, semuanya membisu. Bising kendaraan pun sama sekali tak mengganggu. Semuanya pada kompromi untukku. Ya, nampaknya aku lebih memilih rindu. Namanya juga rindu, selalu hadir tanpa malu-malu. Ia jujur dan tak kenal waktu. Ah, memang sudah saatnya rindu. Tak perlu risau, hanya butuh waktu untuk bertemu. Pondok Cabe, 6 April 2016