Skip to main content

Putus



Sebut saja mawar, karena kebetulan dia suka bunga mawar. Empat bulan sudah saya menyandang status pacaran bersamanya. Satu hal yang menarik dari hubungan pacaran kita, untuk menyampaikan rasa rindu, kami saling membuat tulisan yang dikirim lewat email. Kami percaya, menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi hati. Maklum, kami tinggal di tempat yang berbeda. Saya di Ciputat, si mawar tinggal di Bandung.

Dua hari yang lalu, sebuah kalimat yang mungkin haram hukumnya ketika diantara kita mengucapkannya tiba-tiba keluar. “Mas, kita putus ya? Saya sudah dilamar sama orang lain” ucapnya malam itu.

*Maaf, jari ini sudah tak kuasa lagi melanjutkan ceritanya.

Comments

Popular posts from this blog

Jombloo.co: Progresif, Militan dan Tinggal Kenangan

Awal tahun lalu mungkin menjadi awal bagi keempat rekan saya kembali tersenyum lebar. Senyum yang (mungkin) dulu pernah dirasakan, terulang kembali hari itu. Mungkin hari itu juga keempat rekan saya kembali menggenggam sebotol bir dan saling menuangkan satu sama lain. Entah pada botol yang ke berapa mereka mulai meracau. Entah pada pukul berapa pula mereka saling melepas tawa. Yang jelas, hari itu adalah hari yang saya duga sebagai hari kebahagiaan bagi mereka. Hari dimana sebuah situs jombloo.co lahir dan benar-benar menjadi situs yang mewakili teriakan hari mereka. Saya nggak perlu menjelaskan siapa saja keempat rekan saya itu. Karena tulisan ini diperuntukkan bagi para pembaca jombloo.co. Kalau Anda bukan pembaca jombloo.co, silakan kunjungi saja dulu situsnya. Itu pun kalau masih bisa diakses. Kalau tidak, ya resiko Anda kenapa baru dengar jombloo.co sekarang. Atau baca saja dulu tulisan ini mudah-mudahan saya berubah pikiran. Perkenalan saya dengan jombloo.co sangat singk...

Anak Jawara Tak Lagi Istimewa

Setelah Tubagus Chaery Wardana jadi tersangka, panggung kekuasaan dinasti politik Ratu Atut mulai goyang. Kekuatan klan jawara yang hidup dari dana APBD Banten ini mulai dilucuti. Wajah Hj. Ratu Atut Choisyah tersebar dari ujung ke ujung di seputaran wilayah Banten, terutama Kota Serang. Di baliho ukuran raksasa, ia menebar senyum dengan latar belakang pembangunan pusat pemerintahan provinsi Banten dan slogan “Teruskan Pembangunan Banten”. Awalnya, tidak ada yang menyangka kalau perempuan ini bisa sebegitu hebatnya menancapkan kekuasaan politik di wilayah yang memang terkenal sebagai tanahnya jawara. Tapi, kesangsian itu kian pudar setelah Atut berhasil membangun dinasti politiknya, terutama pada kantung-kantung kekuasaan eksekutif dan legislatif di Banten. Hampir semua keluarganya masuk dan menjabat sebagai pejabat politik.  Tapi ibarat hukum alam, tidak ada sesuatu hal di dunia yang selalu abadi. Hukum itu semakin bulat saat salah satu anggota klan jawara ini, Tb...

Nahkoda Enggan Kehilangan Kapal

Menebak arah politik Golkar dari briefing rahasia Nurdin Halid yang bocor ke media. Beberapa jam sebelum Musyarah Nasional Partai Golkar di Bali menentukan Ketua Umum, para penentang Aburizal Bakrie seperti menemukan sebuah hulu ledak baru: rekaman briefing rahasia Nurdin Halid ke kalangan peserta Munas. Bagi Agung Gunandjar Sudarsa, politisi Golkar yang bergabung dengan barisan penentang Aburizal, rekaman itu memperpanjang bukti adanya rekayasa besar melanggengkan kekuasaan Aburizal Bakrie. “Kami akan laporkan kasus ini ke Kementrian Hukum,” katanya berharap pembelaan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. Berdurasi hampir dua jam, rekaman itu memuat penuturan Nurdin, Steering Committee Munas, seputar pengalamannya memenangkan kongres besar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia di Bali. Singkat cerita, Nurdin ingin pengalaman itu jadi dasar pemenangan Aburizal. “Ini licik yah, licik,” katanya mendedahkan sejumlah strategi. Bagi Wakil Sekjen Golkar, Lalu Mara Satriaw...