Skip to main content

(Takut) Pagi


Entah kenapa pasca putus dari si Mawar, saya selalu dirundung rasa takut berlebih dengan pagi. Mungkin semacam phobia atau sejenis sindrom apalah. Tiap pagi tiba saya selalu gelisah, selalu teringat masa lalu saat-saat masih menjalin hubungan dengan si Mawar. Tiap pagi saya selalu teringat dengan ucapan ‘selamat pagi’ yang dulu rutin terlontar dari mulutnya.

Jika dihitung-hitung, ucapan itu hamper tiap hari. Baik di hari kerja maupun saat weekend tiba. Saking seringnya mengucapkan selamat pagi, sebelum tidur tak lupa saya meletakkan Handphone di dekat kepala. Tujuannya satu, saya ingin segera mungkin membalas ucapannya.

Pernah suatu ketika, saat saya ingin mengucapkannya duluan, tiba-tiba pesan darinya sudah masuk lebih dulu. Aneh memang. Tapi inilah kebiasaan Mawar kepada saya. Kadang saya sempat berfikir, kok nggak ada bosen-bosennya. Sedahsyat itukah rasa perhatian yang ia berikan kepada saya?.

Karna itulah kenapa saya merasa takut tiap pagi datang. Kebiasaan si Mawar mengucapkan selamat pagi selama empat bulan masih menjadi kenangan manis dalam hidup saya. Kenangan yang berat untuk dilupakan. Entah sampai kapan….

Mungkin besok menjelang tidur saya coba untuk menjauhkan handphone. Barangkali saja rasa takut ini secara perlahan sirna.

Comments

Popular posts from this blog

Jombloo.co: Progresif, Militan dan Tinggal Kenangan

Awal tahun lalu mungkin menjadi awal bagi keempat rekan saya kembali tersenyum lebar. Senyum yang (mungkin) dulu pernah dirasakan, terulang kembali hari itu. Mungkin hari itu juga keempat rekan saya kembali menggenggam sebotol bir dan saling menuangkan satu sama lain. Entah pada botol yang ke berapa mereka mulai meracau. Entah pada pukul berapa pula mereka saling melepas tawa. Yang jelas, hari itu adalah hari yang saya duga sebagai hari kebahagiaan bagi mereka. Hari dimana sebuah situs jombloo.co lahir dan benar-benar menjadi situs yang mewakili teriakan hari mereka. Saya nggak perlu menjelaskan siapa saja keempat rekan saya itu. Karena tulisan ini diperuntukkan bagi para pembaca jombloo.co. Kalau Anda bukan pembaca jombloo.co, silakan kunjungi saja dulu situsnya. Itu pun kalau masih bisa diakses. Kalau tidak, ya resiko Anda kenapa baru dengar jombloo.co sekarang. Atau baca saja dulu tulisan ini mudah-mudahan saya berubah pikiran. Perkenalan saya dengan jombloo.co sangat singk...

SBY Bapak Intoleransi

Memasuki hari-hari terakhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kelompok hak asasi Setara Institute menyoroti kegagalan dalam mempromosikan dan mempertahankan keharmonisan antara kelompok-kelompok agama di negara ini. Berdasarkan data lembaga itu, lebih dari 200 kasus yang berkaitan dengan intoleransi agama dilaporkan setiap tahun selama beberapa tahun terakhir, dan sebagian besar dari mereka tidak pernah diproses melalui jalur hukum. Laporan lain dari Wahid Institute, yang mempromosikan pluralisme dan Islam yang damai, melaporkan bahwa insiden tersebut telah meningkat selama 10 tahun masa bakti SBY. Laporan tersebut menunjukkan kasus intoleransi agama pada tahun 2012 tercatat sebesar 274, naik dari 267 pada tahun 2011 Pada tahun 2010, lembaga ini mencatat 184 kasus, sedangkan 121 kasus yang tercatat pada tahun 2009. Ini menunjukkan bahwa SBY dianggap telah gagal untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan kelompok-kelompok minoritas, seperti serangan terhadap...

Saatnya Rindu

Tak ada kopi untuk pagi ini. Bukan karena semalam terlalu banyak minum kopi, tapi benar-benar tak ada hasrat lidah ini untuk mencecapnya.  Yang ada di otakku hanya ada dua: cepat-cepat terlelap atau diam diserang rindu. Kuhisap sigaret ini dalam-dalam dengan harap semuanya tentram. Ternyata sama saja. Rindu masih saja belum sirna. Gawai yang kugenggam pun senyap bak benda tak berguna. Tak ada yang bisa diharapkan, semuanya membisu. Bising kendaraan pun sama sekali tak mengganggu. Semuanya pada kompromi untukku. Ya, nampaknya aku lebih memilih rindu. Namanya juga rindu, selalu hadir tanpa malu-malu. Ia jujur dan tak kenal waktu. Ah, memang sudah saatnya rindu. Tak perlu risau, hanya butuh waktu untuk bertemu. Pondok Cabe, 6 April 2016